Kebagian Panitia Paskah 2012

Sabtu, 17 Desember 2011

AKHIRNYA Panitia Paskah 2012, yang dipercayakan kepada Wilayah St Timotius, terbentuk, dengan Bapak Nono Sumarno, sebagai ketua umum.

Pembentukan itu dilakukan di rumah Bapak Siswoyo (Puri Indah), dan telah melangsungkan rapat pertama di rumah Bapak Robin (Villa Jasmine), Sabtu (17/12).

Khusus rapat pertama ini, dijelaskan mengenai tugas masing-masing seksi, termasuk siapa ketua bidangnya, sekaligus mekanisme turunnya anggaran.

Tak ketinggalan, inventarisasi masalah yang menjadi perhatian umat selama ini. Masalah-masalah ini akan lebih diperdalam dalam rapat lagi, di bulan Januari 2012.

Pada rapat kedua itu, diharapkan masing-masing seksi telah memiliki rincian detail anggaran dan jenis-jenis alokasinya. (*)
READ MORE - Kebagian Panitia Paskah 2012

Pekerjaan dan Pelayanan

Rabu, 13 April 2011

BILA Anda melakukannya selama ada waktu luang, itulah PEKERJAAN. Bila anda melakukannya meskipun mengganggu aktivitas anda, itulah PELAYANAN.

Bila anda berhenti karena tidak ada yang berterimakasih kepada anda, itulah PEKERJAAN
Bila anda terus bekerja walaupun tidak pernah dikenal siapapun, itulah PELAYANAN.

Bila anda melakukannya untuk diri sendiri, itulah PEKERJAAN. Bila anda melakukannya untuk Tuhan, itulah PELAYANAN.

Bila anda melakukannya demi kehormatan diri, itulah PEKERJAAN. Bila anda melakukannya demi kemuliaan Tuhan, itulah PELAYANAN.

Bila anda merasa telah banyak berkorban dan layak mendapatkan upah, itulah PEKERJAAN
Bila anda terus merasa belum cukup melakukan apa2 dan terus ingin melakukan lebih, itulah PELAYANAN.

Selamat melayani...TUHAN memberkati. "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23-24).

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (1 Korintus 15:58).
READ MORE - Pekerjaan dan Pelayanan

Tanggung Jawab Orangtua terhadap Pewartaan Sabda

Selasa, 21 September 2010

INI merupakan materi pertemuan keempat Bulan Kitab Suci Nasional 2010. Kita diajak mendalami shema bagian inti pengakuan iman bangsa Israel untuk kita wujudkan dalam keluarga kita masing-masing.

Kitab Ulangan 6:4-9 mengajak kita sebagai orangtua lebih memiliki rasa tanggung jawab atas pertumbuhan iman anak dan perkembangan serta pelestariannya lewat suatu pengajaran yang terus menerus, diulang-ulang. Untuk itu, kita belajar dari tradisi Yahudi yang disebut shema.

Shema didasari oleh pengalaman Eksodus, yaitu peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir dan masuk Tanah Terjanji. Karya penyelamatan Allah sebagai kekayaan iman ini harus dilestarikan lewat pengajaran kepada anak-anak mereka secara turun temurun.

Shema berisi bacaan iman monoteis, Tuhan, Allah Israel, yang esa dan disertai kewajiban untuk mengasihi serta perintah menjalankan ajaran-ajaranNya.

Shema adalah kata Ibrani, yang berarti 'mendengarkan' ini, terbagi menjadi dua bagian :
1. Ulangan 6:4-6, perintah memperhatikan Shema : mengasihi dan mengimani Tuhan Allah, yang esa.
2. Ulangan 6:7-9, perintah mengajarkan Shema kepada anak-anak dengan sarana Filakteria dan Mezuzah.

Tuhan, bagi bangsa Israel, adalah terjemahan dari kata Ibrani Yahweh, artinya Allah satu-satunya dari bangsa Israel. Jadi, Shema bermuatan teologis dan mengacu pada monoteis, seperti disebutkan di atas.

Lalu, siapakah Allah yang kita imani, dengan segenap hati dan jiwa? Kata 'hati' (lebab) maksudnya, pikiran. Hati merupakan pusat dari seluruh pikiran manusia. Sedangkan, kata 'jiwa-nyawa' (refes) berkaitan dengan mental dan emosi. Perintah mengasihi mencakup baik pikiran, entah sadar atau tidak sadar, maupun mentalitas dan emosional.

Sementara, yang disebut 'kekuatan' adalah daya tahan dan kedisiplinan diri. Nah, bagaimana cara kita sekarang mewujudkan kasih kepadaNya? Pengalaman berharga apa yang telah kita alami dan menjadikan kita percaya kepada Allah?
READ MORE - Tanggung Jawab Orangtua terhadap Pewartaan Sabda

 
 
 

Teman-teman